Tim Biosafety Bekali Pemahaman Biosafety dan Biosecurity dalam Workshop Nasional Manajemen Data Biobank FK-KMK

Tim Biosafety FK-KMK UGM. Unit Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Workshop Nasional Manajemen Data Biobank: Best Practices dalam Pengelolaan Biobank dengan Topik Khusus Manajemen Data Biobank untuk Penelitian Kesehatan pada 10–12 Agustus 2026 di Gedung Tahir Foundation FK-KMK UGM.

Biobank tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan dan pemeliharaan sampel biologis, tetapi juga memerlukan sistem keamanan dan keselamatan yang komprehensif. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Workshop Nasional Biobank FKKMK, melalui materi terkait pentingnya aspek biosafety dan biosecurity dalam penyimpanan sampel infeksius jangka panjang, yang disampaikan oleh salah satu Tim Biosafety FK-KMK UGM, Dra. Dewajani Purnomosari, M.Si., Ph.D. pada hari pertama workshop. Empat pokok bahasan diberikan dalam sesi tersebut, meliputi manajemen biosafety dan biosecurity, implementasi biosafety pada penyimpanan sampel infeksius jangka panjang, implementasi biosecurity pada penyimpanan sampel infeksius jangka panjang, serta monitoring dan evaluasi biosafety dan biosecurity.

Materi pertama mengenai manajemen biosafety dan biosecurity. Peserta mendapatkan pemahaman terkait pengelolaan bahan biologis yang memerlukan pendekatan berbasis analisis risiko dan sistem manajemen yang terstruktur. Setiap tahapan, mulai dari penerimaan, penanganan, penyimpanan, penggunaan hingga pengeluaran sampel, perlu memperhatikan aspek biosafety dan biosecurity. Biosafety berfokus pada pencegahan paparan maupun pelepasan bahan biologis berbahaya yang tidak disengaja. Sementara itu, biosecurity berkaitan dengan upaya mencegah kehilangan, pencurian, penyalahgunaan, atau akses yang tidak berwenang terhadap bahan biologis. Kedua aspek tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam tata kelola biobank.

Pembahasan selanjutnya menitikberatkan pada implementasi biosafety dalam penyimpanan sampel infeksius jangka panjang. Penyimpanan sampel dalam periode yang panjang membutuhkan sistem pengelolaan yang mampu menjaga keselamatan personel, lingkungan, fasilitas, sekaligus mempertahankan integritas sampel. Dalam penerapannya, biosafety harus didukung oleh prosedur kerja yang jelas, fasilitas dan peralatan yang sesuai, pemantauan kondisi penyimpanan, pengelolaan inventaris, serta kesiapsiagaan terhadap kondisi darurat. Konsistensi dalam penerapan prosedur menjadi bagian penting untuk mengendalikan risiko yang mungkin muncul selama proses penyimpanan.

Selain aspek keselamatan, peserta juga mendapatkan materi mengenai implementasi biosecurity pada penyimpanan sampel infeksius jangka panjang. Biosecurity menekankan pentingnya pengendalian akses dan akuntabilitas terhadap sampel yang disimpan. Pengelolaan akses, pencatatan dan pelacakan sampel, pengelolaan inventaris, serta penetapan kewenangan bagi personel merupakan bagian dari sistem pengamanan yang perlu diperhatikan. Dengan sistem biosecurity yang baik, keberadaan dan pergerakan sampel dapat diketahui serta dipertanggungjawabkan. Aspek tersebut menjadi semakin penting dalam penyimpanan jangka panjang karena sampel dapat berada dalam fasilitas selama periode yang relatif lama. Oleh karena itu, sistem pengamanan perlu berjalan secara konsisten dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya.

Terkait monitoring dan evaluasi, Tim Biosafety FKKMK menekankan bahwa penerapan biosafety dan biosecurity tidak berhenti pada penyusunan prosedur, tetapi perlu dipantau dan dievaluasi secara berkelanjutan. Monitoring dilakukan untuk memastikan berbagai pengendalian yang telah diterapkan berjalan sesuai dengan ketentuan. Sementara evaluasi dapat digunakan untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian, potensi risiko, maupun aspek yang masih perlu diperbaiki. Hasil monitoring dan evaluasi selanjutnya dapat menjadi dasar dalam melakukan perbaikan sistem secara berkelanjutan. Biosafety dan biosecurity merupakan proses yang membutuhkan komitmen, konsistensi, serta evaluasi berkelanjutan. Keberhasilan penerapannya tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan peralatan, tetapi juga oleh sistem manajemen dan kompetensi sumber daya manusia yang menjalankannya. Materi yang diberikan Tim Biosafety FKKMK diharapkan dapat memperkuat kapasitas peserta dalam menerapkan prinsip biosafety dan biosecurity di lingkungan biobank masing-masing. Dengan pengelolaan yang aman, terkendali, dan dapat dipertanggungjawabkan, biobank dapat mendukung penyimpanan serta pemanfaatan sampel biologis untuk kepentingan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan secara berkelanjutan.

Pemaparan terkait biosafety dan biosecurity dalam pengelolaan sampel dalam biobank untuk jangka panjang oleh Tim Biosafety merupakan wujud dari kontribusi Tim Biosafety FK-KMK dalam Sustainability Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Tim Biosafety FK-KMK UGM)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*